Search Box

GAMES RECORD

Overwolf Signature

Wednesday, December 11, 2013

NUTRISI TANAMAN

 

1. Penyerapan unsure hara tanaman

Unsur hara dapat tersedia disekitar akar melalui 3 mekanisme penyediaan unsur hara, yaitu: (1) aliran massa, (2) difusi, dan (3) intersepsi akar. Hara yang telah berada disekitar permukaan akar tersebut dapat diserap tanaman melalui dua proses, yaitu:

(1) Proses Aktif, yaitu: proses penyerapan unsur hara dengan energi aktif atau proses penyerapan hara yang memerlukan adanya energi metabolik, dan

(2) Proses Selektif, yaitu: proses penyerapan unsur hara yang terjadi secara selektif.

· Proses Aktif:

Proses penyerapan unsur hara dengan energi aktif dapat berlangsung apabila tersedia energi metabolik. Energi metabolik tersebut dihasilkan dari proses pernapasan akar tanaman. Selama proses pernapasan akar tanaman berlangsung akan dihasilkan energi metabolik dan energi ini mendorong berlangsungnya penyerapan unsur hara secara proses aktif. Apabila proses pernapasan akar tanaman berkurang akan menurunkan pula proses penyerapan unsur hara melalui proses aktif. Bagian akar tanaman yang paling aktif adalah bagian dekat ujung akar yang baru terbentuk dan rambut-rambut akar. Bagian akar ini merupakan bagian yang melakukan kegiatan respirasi (pernapasan) terbesar.

· Proses Selektif:

Bagian terluar dari sel akar tanaman terdiri dari: (1) dinding sel, (2) membran sel, (3) protoplasma. Dinding sel merupakan bagian sel yang tidak aktif. Bagian ini bersinggungan langsung dengan tanah. Sedangkan bagian dalam terdiri dari protoplasma yang bersifat aktif. Bagian ini dikelilingi oleh membran. Membran ini berkemampuan untuk melakukan seleksi unsur hara yang akan melaluinya. Proses penyerapan unsur hara yang melalui mekanisme seleksi yang terjadi pada membran disebut sebagai proses selektif.

Proses selektif terhadap penyerapan unsur hara yang terjadi pada membran diperkirakan berlangsung melalui suatu carrier (pembawa). Carrier (pembawa) ini bersenyawa dengan ion (unsur) terpilih. Selanjutnya, ion (unsur) terpilih tersebut dibawa masuk ke dalam protoplasma dengan menembus membran sel.

Mekanisme penyerapan ini berlangsung sebagai berikut:

(1) Saat akar tanaman menyerap unsur hara dalam bentuk kation (K+, Ca2+, Mg2+, dan NH4+) maka dari akar akan dikeluarkan kation H+ dalam jumlah yang setara, serta

(2) Saat akar tanaman menyerap unsur hara dalam bentuk anion (NO3-, H2PO4-, SO4-) maka dari akar akan dikeluarkan HCO3- dengan jumlah yang setara.

Selain air dan cahaya matahari tanaman juga membutuhkan unsur hara, bahkan sebagian unsur hara bersifat esensial bagi tanaman yakni mempunyai fungsi khusus, mempunyai peran secara langsung, dan fungsinya tidak bisa digantikan oleh unsur hara lainnya. Unsur hara esensial terdiri atas hara mikro dan makro, Unsur N termasuk unsur makro esensial yakni unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah besar (terbesar) dan tidak bisa digantikan oleh unsur lainnya. Fungsi unsur N bagi tumbuhan yakni sebagai bahan penyusun protein tanaman, klorofil, asam nukleat, dan menghasilkan diding sel yang tipis sehingga dapat memacu produksi tanaman lebih maksimal.

Air dan unsur hara diserap tanaman lewat akar, penyerapan unsur hara terbagi atas tiga cara yakni difusi, mass flow (aliran massa), dan intersepsi akar. Air beserta nutrient yang terlarut didalamnya, disebut larutan tanah, bergerak melalui tanah hingga mencapai akar tanaman. Selanjutnya dari kejadian tersebut terjadi penyerapan air dan nutrient oleh sel – sel tanaman dengan mekanisme yang berbeda.

v Aliran massa (mass flow) merupakan penyerapan unsur hara melalui pergerakan nutrien atau hara yang ada didalam tanah dalam massa air yang bergerak.

v Intersepsi akar terjadi pada waktu akar tanaman tumbuh memasuki ruangan yang ditempati oleh unsur hara dan terjadi kontak yang sangat dekat sehingga terjadi pertukaran ion pada permukaan akar dan permukaan kompleks adsorpsi.

v Difusi merupakan penyerapan hara oleh akar dari larutan tanah, hara yang terlarut lainnya bergerak menuju akar tanpa aliran masa, prisip difusi yakni pergerakan area berkonsentrasi setiap elemen tinggi menuju area yang berkonsentrasi setiap elemen lebih rendah.

2. Titik kritis nutrisi bagi tanaman

Analisa tanaman didasarkan pada asumsi bahwa jumlah unsur hara yang terdapat di dalam tanaman mempunyai hubungan dengan hara tanaman yang terdapat dalam tanah. Dari hasil analisa tanman akan didapatkan suatu kadar dari unsur-unsur tertentu dalam tanaman. Kadar tersebut kemungkinan akan berada pada suatu titik yang kritis, dimana telah diperlukan tambahan unsur tersebut melalui pupuk. Tetapi timbul pula kesukaran lain yaitu adanya sesuatu unsur dalam tanaman yang dapat menyebarkan unsur yang lain menjadi kritis. Misalnya unsur boron menjadi kritis dalam tanaman bila terdapat banyak unsur kalium. Dengan demikian analisa tanaman akan berkurang nilainya ataupun kurang meyakinkan tentang status hara yang terdapat di dalam tanah.

Faktor-faktor tanah yang mempengaruhi kemampuan tanaman menyrap hara adalah:

A. Konsentrasi oksigen dalam udara tanah. Energi yang diperlukan untuk serapan hara berasal dari proses respirasi dalam akar tanaman. Untuk semua tanaman akuatik ternyata proses respirasi ini tergantung pada suplai oksigen dalam udara tanah.

B. Temperatur tanah. Penyerapan unsur hara berhubungan dengan aktivitas metabolik yang selanjutnya sangat tergantung pada suhu. Konsentrasi hara dalam larutan tanah yang lebih besar seringkali diperlukan untuk mencapai laju pertumbuhan maksimum dalam kondisi tanah dingin dibandingkan dengan tanah-tanah yang hangat.

C. Reaksi-reaksi antagonistik yang mempengaruhi serapan hara. Walaupun konsentrasi hara pada permukaan akar bisa menjadi faktor paling kritis yang mempengaruhi laju serapan pada kondisi lingkungan normal, reaksi-reaksi antagonistik antara ion-ion juga dapat menjadi penting. Kurva baku respon hasil tanaman terhadap penambahan unsur hara tunggal pertama kali menunjukkan daerah respon pertumbuhan, kemudian daerah ha- sil maksimum yang mendatar, dan akhirnya zone depresi hasil kalau konsentrasi mendekati tingkat toksik.

D. Substansi toksik. Suatu substansi yang mengganggu proses metabolisme tanaman juga dapat mempengaruhi serapan hara. Substansi toksik seperti ini di antaranya adalah konsentrasi Mn atau Al yang tinggi dalam tanah masam, konsentrasi garam terlarut yang sangat tinggi, jumlah B yang berlebihan, dan lainnya.

3. Cara pemberian pupuk pada kanopi tanaman apabila telah di pangkas :

Pada dasarnya pemberian pupuk pada tanaman tidak harus sesuai dengan kanopi tanaman. Pemberian pupuk di daerah kanopi di maksudkan, karena di daerah tersebut merupakan daerah tempat tumbuhnya akar tanaman. Shingga pupuk yang di berikan dapat diserap dengan baik oleh tanaman. Namun, jika kanopi tanaman terssebut di pangkas, jelas bahwa sulit untuk menemukan letak tumbuhnya akar, jika di lihat di lain hal, akar dapat menyerap unsure pupuk jika pupuk tersebut laruut ke dalam tanah. Oleh karena itu, pemberian pupuk tidak wajib dilakukan di daerah kanopi tanaman, melainkan dapat pula di berikan di daerah sekitar batang tanaman, tetapi dengan syarat harus di berikan air, agar pupuk yang di berikan dapat larut dan di serap oleh akar tanaman.

No comments:

Post a Comment